Love Your Work and Work Your Love!

pugarrestujulian.com

HIDUP PERCIK!

“Perguruan Cikini taman…mendidik kami…”,

Dan Tora Sudiro, Ria Irawan, SORE, dan saya pun bernyanyi diatas panggung Blitz Bandung ketika premier film Quickie Express Malam Minggu kemarin. Sementara Aming pun bernyanyi sendirian,”SMP 19 Bandung….eh gak ada yang satu sekolah sama gue yah? Huhuhu”

 

“Perfect PERCIK dan bukan SORE”, begitu kata Awan, bassit/vocalist SORE tentang formasi SORE untuk beberapa show ke depan ini. Kenapa? Karena sabtu dan minggu kemarin, SORE bermain dengan bantuan additional drummer yg berasal dari sekolah yg sama, yaitu Perguruan Cikini. Semua personil SORE berasal dari sekolah itu, ada yg dari TK, dari SD, dan SMP. Kebetulan additional drummer yang menggantikan Bembi. Mondo, keyboardist/vocalist SORE. Bahkan sebelumnya juga berasal dari TK Pak Kasur (tapi beda angkatan).Sedangkan Echa(guitars/vocals), Ade(guitars/vocals), dan Awan dari SD dan SMP. Additional drummernya juga bertemu lagi dengan Awan di bangku SMA(tapi bukan PERCIK). Bembi sendiri bukan berasal dari PERCIK. Sedangkan Tora Sudiro dan Ria Irawan, saya tidak tahu. Mungkin SMAnya yah… married(maksudnya gantiin Bembi main drums karena Bembi married, bukan gantiin Bembi married hehehe) di PERCIK dari mulai TK-SD-SMP, sama halnya dengan

 

Dan “Perfect Percik” ini sudah bermain hari Sabtu kemarin di acara kawinan Dada, manager Homogenic dan di premier film Quickie Express. Keduanya di Bandung. Setelah itu Minggu malam bermain di JGTC di Depok. Dan masih akan bermain 2 kali lagi tgl 24-25 November di Semarang dan di Jakarta.

 

Menyenangkan kembali bisa bermain di “Perfect PERCIK” ini, pertama kali bermain bersama di launching SORE di Goethe, lalu di JGTC, lalu di Goethe lagi acara launching film semi documenter “Thank You and Good Night Mother”(dimana thedyingsirens juga bermain sendirian ditemani laptop pinjam dari Bly, topi pet pinjem dari Hans, dan gitar akustik pinjam dari Awan) dan kembali lagi bermain bersama sekarang, dengan lagu2x baru yang makin susah. Thanks to Bembi! Hahaha…untung permainan dirubah dari versi Bembi menjadi versi ‘generik”! kekekek…dari para personil SORE belom ada yg mengeluh sih atas permainan additional drummer yg bermain di bawah rata-rata itu.

 

Amien.

 

Dan seperti ketika berjumpa dan berpisah dengan para personil SORE, karena kecintaan yang mendalam akan sekolah PERCIK, biasanya kami mengucapkan;

 

“HIDUP PERCIK!”

 

 

 

*btw Megawati juga dari PERCIK, lain kali diajak kolaborasi aja gimana tuh? hehehehe

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.