Tidak sengaja mendengar pertanyaan : “Kok ZATPP launching terus yah..??”Mungkin banyak yang bingung dengan Launching ZATPP yang akan diadakan di Goethe pada tanggal 19 Januari nanti. Karena kebanyakan orang telah merasa menghadiri launching ZATPP yang diadakan di Panglima Polim atau di QB.
Senin, 11 September 2007
Soft Launching Premium Package
Panglima Polim, Mabes ZATPP
Acara yang diadakan di mabes ZATPP ini adalah syukuran dari Blackmorse, label dari ZATPP. Dalam acara syukuran tersebut, Blackmorse dan ZATPP meluncurkan Premium Package ZATPP yang berisi CD Space in the headlines, pin, sticker, poster & t-shirt Prof. Komodo. Di sini juga ada penampilan dari Holy City Rollers sebagai band pembuka, dan ditutup oleh penampilan ZATPP membawakan 13 lagu yang ada di dalam album Space in the headlines. CD ZATPP hanya dapat diperoleh dengan memesan Premium Package ZATPP, karena ini hanya Soft Launching, jadi CDnya belum tersedia di toko-toko.
Senin, 19 November 2007
Store Launching Space in the headlines
QB Kemang
Acara yang diadakan di QB Kemang ini menandakan peluncuran CD Space in the headlines, artinya CD Album Space in the headlines dapat dibeli di toko-toko CD di seluruh Indonesia. Acara ini juga menampilkan pemutaran video profile ZATPP dan pemutaran video klip Hope Killer. ZATPP hanya bermain 3 lagu dengan format akustik di acara ini, itu-pun tanpa kehadiran Yudi, pemain Bass yang muda dan berbakat karena sedang sibuk dengan tesis S2nya.
Sabtu, 19 Januari 2008
Concert Launching Space in the headlines
Goethe Haus, Menteng
Ini adalah sebuah pertunjukan dari ZATPP yang akan membawakan 13 lagu dari album Space in the headlines. Apa bedanya dengan pertunjukan di Panglima Polim? Sudah pasti berbeda, karena pertunjukan di Panglima Polim tidak berbeda dengan pertunjukan ZATPP lainnya, yang berbeda hanyalah jumlah lagu yang dibawakannya. Pertunjukan yang akan diadakan di Goethe Haus nanti mempunyai konsep cara penyajian yang berbeda, karena tempatnya juga memungkinkan. Bagi yang ingin datang menyaksikan pertunjukan ini, diharuskan membawa CD album Space in the headlines sebagai tanda masuk, atau dapat membeli pin dengan harga Rp 10.000. Ini adalah sebuah bentuk edukasi tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Jika anda menyukai atau menghargai sebuah karya seni, maka anda tidak akan keberatan mengeluarkan sejumlah uang untuk dapat menyaksikannya. Masyarakat Indonesia rela mengeluarkan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk dapat menyaksikan pertunjukkan artis dari luar negeri, tetapi sering kali tidak ingin membayar jika ingin menyaksikan pertunjukkan karya negeri sendiri. Padahal, itu adalah sebuah bentuk penghargaan kepada para seniman yang membutuhkan uang yang juga akan dipergunakan untuk membuat karya seni berikutnya. Mari kita dukung para seniman Indonesia dengan menghargai karya-karya mereka, sehingga mereka dapat terus berkarya demi keberlangsungan peradaban.
Adestya Renggo Adjie
Personal Manager
ZATPP
Leave a comment