Love Your Work and Work Your Love!

pugarrestujulian.com

(My) Space in the HeadLines Concert, …… by gitapanhar

Link

We work in the dark, we do what we can, we give what we have our doubt is our passion, our passion is our task & the rest is madness of art.

Saya baru saja pulang dari Launchin ZATPP, hari sudah beranjak pagi, tapi mata saya masih terbuka lebar, once again (after a long time) I’m back in my sleepless untamed night but this time nothing depressing on it, Ini kali pertama setelah Faith No More concert, I’m amused. The temptation’s too high & sleeping is the last thing I wanna do right now.

Saya melangkahkan kaki lambat memasuki gedung Goethe, perlahan tapi pasti saya bisa merasakan ambience-nya, mulai dari penataan property & lukisan2 yg terpajang saya mulai memasuki dunia Mr.TankFace. Saya belum bisa menebak apa yang akan terjadi didalam, saya hanya bisa meraba & menghirup “nafas”nya.

Setelah kurang lebih 1 jam menunggu akhirnya saya ber”hadapan” dengan Mr.TankFace. Saya mulai duduk & memperhatikan sekitar, perlahan gambaran itu menjadi jelas. Ketika tiba-tiba ruangan menjadi gelap & layar menampilkan prolog I begun to enter the void, it feels like stepin u’r foot into the door journey of a new beginning world, where u feel the raising blood to the head, u’r heart’s beatin faster, coz u don’t know what u’r about to face & where it ends. When mr.tank enters the room & the instrumental sound softly played… my neck hair was literally rising up. Dan selama hampir 2 jam konser berlangsung saya hampir tidak berkedip, coz I’m scared that I’ll miss something.

Awalnya saya sempat bertanya-tanya “what the hell is he’s doing down there” (the mr.tankface icon), “what’s stories behind it?”, “why is he alone? Where’s his wife & kids?” (Coz I seen the poster), but than the music successfully “robbing” my wondering mind. I could safely say its 2 hour of my trance.

Moment that really moved me adalah ketika satu lagu (maaf) saya tidak tau judulnya, yg pasti I can feel the sweat in the air…I see steamy voice, busted fenders, the song encore slowly increase, grind and hammered piano while Mr.Tank broke the plate & ripping the tablecloth…I stop breathin’… some unfamiliar sensations…feels like floating… race up to the star….Brilliant!!. When it stop I see darkness…

I haven’t even finish catching up my breath when suddenly Zeke enter the room slowly, alone approaching the piano, switch on the light & lay his finger on the piano…my soul transcend… voice go straight to my heart, music bellows from the inside and out comes the struggle of the world with the knowledge that comes with some perfect connection. It’s like they feels with the knowledge that goes back trough the ages to a single core in our brains a beacon that can’t be touched…

Hampir semua lagu – lagu yg dibawakan yg dibawakan bernuansa “gelap” shoegaze & more to spacey like jenis- jenis lagu “pengantar kebulan”, kinda depressing sounds, tapi yg jelas depresi adalah hal terakhir yg saya rasakan malam ini. Saya bukan musisi karena satu2nya alat musik yg bisa saya mainkan hanya melodeon (itu juga waktu sd) mencipta lagu apalagi mengkompose sebuah lagu hanya jadi bahan hayalan pengantar tidur (wong baca not aja susah) menyanyi paling banter karoke, itu saja rasanya sudah maksimal (jangan-jangan kentut aja fals), saya juga tidak berani menyebut diri pencinta musik karena saya jarang mengoleksi album kecuali band/penyanyi yg benar2 saya gilai. Saya hanya berani bilang saya penikmat musik karena saya tidak mengerti komposisi,instrument bla..bla..bla intinya saya menolak ribet. Makanya saya tidak berani meng-genrekan warna musik ZATPP dialbum Space in the Headline ini, yg saya tahu malam ini saya “terbang kebulan menari bersama bintang-bintang” note: please call me later.

Keseluruhan konsep yg dikemas dalam bentuk teaterikal, seperti menonton sebuah pertunjukan teater yg diiringi musik yg membawa kita memasuki satu dimensi, one touch one leap into another dimension…Saya tidak perduli some says konser dengan konsep teaterikal sedang “in” & band lain sudah pernah menggunakan konsep ini bla..bla..bla…tidak mengurangi “kekaguman” saya malam ini. Sayang lagu mighty love bukan mejadi lagu penutup, karena menurut saya lagu yg agak up-beat where (almost) everybody sing along, ini lebih pas dijadikan lagu penutup yg menaikan mood & untuk menarik kembali “kebumi” setelah beberapa saat melambung diantara bintang-bintang sebelum saya harus “pulang” kedunia nyata.

O ya satu lagi, mungkin akan lebih menyenangkan kalo ada sesuatu yg bisa sedikitnya menggambarkan tentang mr.tankface, like what is he doin, who is he, something like that, more like the story behind it (lewat visual projector itu mungkiin..?!?).

Tapi diluar semua kekurangan- kekurangan teknis seperti lamanya jeda waktu pergantian antar lagu & beberapa mike yg mati, saya masih berani stand up and says this is the best local band performance I ever seen…who ever brought the concept is a real genius…not to mention the music it self, It has those brilliant, dark and sexy ambiance touches that in the same time its got class, sophisticated & more mature sound. They have the powers of both pure emotions, emotions so intense the body flooded and literally must do something….Its more like me this is what I called Music…I can safely say this is my style.

Dan untuk semua pengalaman yg saya dapatkan malam ini, saya merasa malu hanya membayar 10rb, lebih jauh lagi saya malu, karena saya termasuk dalam “golongan orang” (masyarakat Indonesia) yg disebutkan dalam press releasenya launching ZATPP yg mengundang kontroversi itu. Yg masih mengagungkan budaya “gratisan” walaupun mampu, sekali lagi catat “masyarakat Indonesia yg mampu membeli” tapi masih mengharapkan gratisan, jangan sampai salah kaprah (lagi) untuk pihak-pihak atau golongan diluar itu. Dengan mengatas namakan “pertemanan” & azas manfaat yang kadang-kadang jatohnya SKSD padahal kalo ketemu hanya sebatas “helo…goodbye” juga gitu, tapi teteup ngarep CD gratis, merchandise gratis, disuruh bayar buat konser protes…pake acara ngambek lagi alhasil ga mau dateng lebih parah lagi diikuti ancaman boikot seraaaaaaaam…. Saya tahu saya bisa menggunakan alasan bahwa dengan dikasih gratisan apalagi dari personilnya langsung ada rasa kebanggan & kedekatan tersendiri. Tapi Saya lupa, untuk sampai pada proses lagu itu bisa sampe kekuping saya saja sudah pasti ada effort yg harus dikeluarkan, kecuali bapak saya yg punya pabrik cd, perusahaan rekaman, radio & detail lainnya, itu saja belum tentu boleh gratis karena bapak saya pasti akan menggunakan alasan sesimple harus menggaji karyawannya kecuali bapak saya superman.

Intinya the experience that I had tonight was one time achievement that I wouldn’t miss out for the world, sesuatu yg tidak bisa saya gantikan & kalau saya harus menggambarkannya dalam jumlah uang saya tidak bisa hitung berapa. Karena uang bisa dikumpulkan (kalau memang niat), teman akan selalu ada, tapi great talent that comes with a nice package was only happened to the chosen one. & the experience that ZATPP gave to me tonight was something that even money can’t buy.

Konser ditutup where everybody makes 3 minutes standing applause, & while I see all of personnel standing hand-in-hand in stage, I feel so overwhelmed…ada perasaan mengharu biru yg sulit saya lukiskan melihat wajah mereka satu persatu. Setelah semua perjuangan melewati tantangan, kontroversi dll they finally did it they closed it & they closed it well. Salute…heads up for u guys

Kekaguman saya tidak berhenti sampai disana, what surprise me is, after the concert over they still stay till the end, well I stay till the end too (scara nebeng monik ya…) but I’m glad so I can witness this. Mereka masih tinggal membantu kru mengangkat alat, membereskan barang, even zeke him self drive the truck. My God…, saat itu juga semua “gelar” yg disandang ZATPP sebagai band indie yg borju, sombong, high class bla..bla…yg sering saya dengar menguap.

I admire great talent; I have weakness for gorgeous mind, I bent for a man with less monumental ego & ZATPP has it all in one package. Saya tidak pernah suka menyebut diri saya fans, I hate being called “groupies” but for this u can count me as one.

 Malam semakin tinggi, bulan menyembul diantara ranting akasia…bayangan truk barang semakin mengecil ditelan tangan malam…look You can see the Space… well the stars are bright, now it’s time to come down with eyes glued to the sky I turn them down to the ground… good night Goethe house… good night good friends…its time to go home.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.