
Bagaimana jika sebuah lagu sederhana jatuh ke tangan pemusik-pemusik jenius?
Dengarlah “ByeBye” single terbaru dari thedyingsirens yang diproduseri oleh tangan dingin Mondo Gascaro (SORE) dan Yudhi Arfani (Everybody Loves Irene). Lagu yang bercerita tentang seseorang yang berusaha menerima kekasihnya apa adanya, sementara kekasihnya berlaku kebalikannya, menerima ada apanya. Hingga akhirnya disaat sang kekasih sadar semuanya sudah terlambat. Yang satu mencoba mengucapkan hai untuk memulai dari awal lagi, yang satunya sudah capek dan memilih untuk mengucapkan selamat tinggal.
Lagu ini sudah ditulis sejak tahun 2006 dan baru sempat direkam ulang di awal 2009. Melibatkan Hideki Taro pada gitar dan Mondo Gascaro dan Mian Meuthia yang mengisi backing vokal serta melibatkan beberapa sound enginer: Dono (SORE) dan J. Vanco (Efek Rumah Kaca, Lull, Tika). Proses rekamannya pun nggak tanggung-tanggung memakai 3 studio. Pertama Studio Vortex yang baru saja berpindah ke Tebet, lalu Black Studio di Panglima Polim yang merupakan markas ZATPP dan terakhir di Studio Dono, sebuah kamar di daerah Lebak Bulus.
“ByeBye” musik dan liriknya ditulis oleh Pugar Restu Julian a.k.a Uga yang merupakan motor dari thedyingsirens. “ByeBye” merupakan teaser untuk full album thedyingsirens yang akan dirilis pertengahan tahun ini. Lagu ini bisa diunduh lewat www.thedyingsirens. com
Dapatkan juga kaos eksklusif thedyingsirens seharga Rp. 75.000,- bebas ongkos kirim untuk Jakarta. Mail order ke merchandise@thedyingsirens.com sertakan permintaan ukuran dan alamat pengiriman. Tersedia dalam ukuran cowok S M L XL.
.
Tentang thedyingsirens
thedyingsirens merupakan project solo dari seorang Pugar Restu Julian atau lebih dikenal dengan nama Uga. Ia telah merekam lagu-lagunya sejak tahun 2002 dengan PC pribadinya dan alat musik pinjaman dari teman-temannya. Lagu yang dihasilkannya merupakan perpaduan antara akuistik dan elektronik. Ia mendefinisikan lagu-lagu thedyingsirens dengan kata ‘alternaive‘ meskipun jika dirunut lebih cermat musiknya terdengar post-rock, terkadang lo-fi, dengan semangat genre alternative dan malah beberapa orang menyebutnya sebagai 90’s revival.
Debut awal thedyingsirens dimulai pada gigs “Renungan AIDS” di Bulungan Oktober 2003. thedyingsirens sampai saat ini telah terlibat dalam kompilasi seperti OST. “Thank You and Goodnight Mother”, “Paviliun Doremi” dan “Indonesian Noise – Make Trade Fair”. Selain itu, band ini juga telah merilis EP “Kapalku Telah Pergi” (Nov – 2006) dan album pertama “Sketches of a Humming” (Dec – 2006).
Uga merupakan additional player untuk PlanetBumi, Pop Up, C’mon Lennon, Blossom Diary, TIKA, ZATPP, SORE, Sugarstar, The Safari, A Boy Named Santiago, Clover, Morning Bell, Gods Must Be Crazy dan sebagainya. Atas prestasi ini, Uga mendapat predikat sebagai ‘pelacur band terlaris’ oleh teman-temannya.
Untuk performance thedyingsirens, sebagai gantinya Uga memakai additional player sementara ia bernyanyi sambil bermain gitar.

Leave a comment