Jadi, gue minta tlg beberapa temen gue untuk menulis review Split Album thedyingsirens – pop up (selain juga ngasih ke media2x supaya bisa direview dan sukur2x bisa diputer di radio). Yang pertama kali mereview adalah Tegar. berikut sekilas review split album thedyingsirens – pop up di blognya Tegar:
Pop Sirens! Ketika mendengar dua kata itu apa yang ada dipikiran kalian?
Pop Sirens mungkin sebuah menu baru di rumah makan Sederhana, atau salah satu artis ternama Shireen Sungkar yang membentuk sebuah grup pop bernama Pop Sirens.
Pertama kali mendengar Pop Sirens, otak saya langsung memanggil kembali ingatannya yang telah kadaluarsa di makan waktu. Lalu sebuah nama yang menjadi kenangan di masa kuliah kembali menyapa, thedyingsirens. Band indie rock yang sempat menggemparkan Jabodetabek dengan lagu byebye. Maaf saya ralat, lebih tepatnya di sebuah kelas copywritingyang mahasiswanya berjumlah 20 orang di sebuah kampus kawasan Depok :D. Percaya tidak percaya saat ini saya satu atap dengan personel band itu, sebut saja namanya Uga. “Jodoh memang tak kemana tapi sayangnya dia sudah berkeluarga, aku terluka :P”
Jadi sebenarnya apa itu Pop Sirens?
Selanjutnya klik link berikut untuk membaca review split album thedyingsirens – pop up di blognya Tegar.
Orang kedua yg mereview adalah Aul. Berikut sekilas review split album thedyingsirens – pop up di blognya Aul:
Split Album thedyingsirens – Pop Up
SPLIT ALBUM THEDYINGSIRENS – POP UP INI DIRILIS 12 DESEMBER 2012 KEMARIN. PUGAR RESTU JULIAN ATAU UGA ‘MEMAKSA’ UNTUK MEREVIEW SPLIT ALBUM THEDYINGSIRENS – POP UP DI BLOG INI. BAIKLAH!
Persamaan thedyingsirens dengan Pop Up terletak pada Uga, sebelum membentuk thedyingsirens, Uga adalah pemain drum di Pop Up.
thedyingsirens
Bedanya, di thedyingsirens, Uga tidak lagi bermain drum, dia berpindah menjadi front-man dan singer-songwriter. Dalam press releasenya semua instrumen inti seperti drum, bass, akustik gitar dan vokal diisi sendiri olehnya. Dapat disimpulkan bahwa thedyingsirens adalah one-man band.
Pop-up
Pop-up adalah band yang mengusung genre pop dengan vokal utama wanita. Anggotanya terdiri atas Ita pada vokal, Arfi pada keyboard, Danu pada gitar, Wisnu pada bass. Dan Yudhis sebagai additional drummer. Pernah merilis EP berjudul Earliest Beginning di tahun 2000 dan single digital yang dibagikan gratis di tahun 2011 dengan judul Setiap Kali Kita Ucapkan Selamat Tinggal.
Split Album thedyingsirens – Pop Up
Split album biasanya dilakukan oleh band punk atau hardcore karena biasanya durasi lagu yang cenderung lebih cepat, biasanya 20 menit bisa untuk 10 atau 12 lagu. Oleh karena itu ada lebih dari 1 band. Apalagi untuk rilisan fisik yang mendapat jatah 60-90 menit untuk sebuah album. Di Indonesia split album tidak terlalu populer, bahkan di era kejayaan rilisan fisik (vinyl/kaset/CD).
Di era digital seperti sekarang ini, sebenarnya sudah bisa keluar dari aturan yang ada; seperti album harus lebih dari 7 lagu atau berdurasi minimal 40 menit. Sejujurnya thedyingsirens maupun Pop Up dapat saja mengklaim bahwa 6 lagu miliknya adalah album baru rilisan mereka tanpa harus disatukan dalam split album. Apalagi dirilis secara digital. Kecuali di masa mendatang mereka akan merilis rilisan fisik.
Masing-masing band mempunyai lagu jagoan di split album ini, Lagu tema cinta naik turun yang berjudul Our Times Our Feelings (track 1) merupakan jagoannya thedyingsirens. Sedangkan Pop Up memilih Taman (track 7) yang bercerita sesuatu yang absurd. Perpindahan dari track 6 ke track 7 dirasa sangat drastis, karena kedua band mempunyai genre yang cukup jauh.


Leave a comment