Tag Archives: White Shoes & The Couples Company

#115 Piringan Hitam #CmonLennon Akan Dirilis! #366Tulisan2012

Bassist White Shoes and the Couples Company Rilis Ulang Album C’mon Lennon dalam Piringan Hitam

Dicetak sebanyak 300 keping.

Oleh: Reno Nismara

image
Ricky Surya Virgana (paling kanan), bassist White Shoes and the Couples Company (Foto: Facebook Page)

Jakarta – Tujuh tahun lalu, sebuah lagu anthemicberjudul “Aku Cinta J.A.K.A.R.T.A.” wara-wiri di televisi, radio, dan bahkan stadion sepak bola tempat penggemar Persija melantukan lagu tersebut secara kolosal. Grup musik pencipta lagu tersebut bernama C’mon Lennon, yang selama berdiri hanya pernah merilis satu album penuh.

Lagu-lagu lain dari sekstet tersebut pun tak kalah menarik, baik dari aransemen maupun lirik, seperti “Sudahkah Kamu Minum Obat,” “Gadis Bertangan Satu,” “Detektif Flamboyan,” dan juga “Adiksi” yang kental dengan unsur musik shoegaze. Semuanya tercantum pada album berisi dua belas lagu dengan tajuk Ketika La La La.

Salah satu manusia yang jatuh hati dengan album tersebut adalah Ricky Surya Virgana, bassist White Shoes and the Couples Company. Tidak tanggung-tanggung, Ricky menunjuk Ketika La La La sebagai rilisan pertamalabel rekaman bentukannya, Kaimana Records, yang berkonsentrasi pada reissue dalam format piringan hitam.

“Gue suka banget Ketika La La La dan menurut gue album tersebut harus diapresiasi lebih,” jawab Ricky ketika ditanya Rolling Stone soal alasannya memilih album C’mon Lennon itu sebagai rilisan perdana.

Pengerjaan rilis ulang ini diawali dengan permintaan tolong terhadap Uri, gitaris Ghaust, dan Sayiba, vokalis sekaligus gitaris Kelelawar Malam, dari Grieve Records yang diakui Ricky memiliki lebih banyak pengalaman untuk urusan perilisan piringan hitam.

“Orang yang mastering pun gue dapat dari Uri dan Sayiba, setelah itu test pressing-nya dikirim ke Jakarta. Kalau cocok langsung oke, namun jika kami belum puas mereka bersedia mastering dan kirim ke Jakarta lagi.Pressing-nya sendiri dilakukan di Amerika Serikat, tentunya setelah mendapat izin dari band dan Sinjitos Records selaku pemilik hak master album tersebut,” terang Ricky panjang lebar soal langkah-langkah yang ia lakukan demi merilis ulang Ketika La La La.

Ricky lalu mengakui bahwa sejak awal Ketika La La La milik C’mon Lennon adalah prioritas utama album yang ingin ia rilis ulang tanpa ada nominee lainnya. Walau begitu, ia sudah memiliki tiga target untuk perilisan berikutnya, yaitu album dari Bandempo, Be Quite, dan juga album Indahnya Sepi kepunyaan Candra Darusman.

Seperti diungkapkan Ricky, Kaimana Records memiliki konsep merilis ulang album-album kesukaannya secara pribadi ke dalam format piringan hitam. “Nggak perlu ada biaya promo dan semua gue jalankan atas dasar suka saja,” imbuh Ricky lagi.

Mengenai keberadaan pesta peluncuran dan kemungkinan reuninya C’mon Lennon karena perilisan ini, Ricky menjawab, “(Pesta peluncuran) ada, tapi kecil-kecilan saja. Soal reuni sepertinya nggak, karena gue pribadi lebih menyukai band yang betul-betul bubar saat memutuskan bubar, jadi yang tersisa hanya karya-karyanya. Kasihan juga kalau mereka disuruh main, nanti nggak cool lagi. Kalau dua puluh tahun lagi mau reuni ya silakan, terserah bandnya.”

Versi piringan hitam dari album Ketika La La La ini hanya dicetak terbatas sebanyak 300 kopi dan rencananya akan dijual secara online dan juga titip fisik di Ruru Shop, Grieve Records, High Fidelity, dan lainnya.

(RS/RS)

source: http://rollingstone.co.id/read/2012/07/05/191836/1958785/1093/bassist-white-shoes-and-the-couples-company-rilis-ulang-album-cmon-lennon-dalam-piringan-hitam

Yeah…gak percaya one of my band C’mon Lennon (R.I.P) akhirnya dirilis juga piringan hitamnya! 🙂 Makasih banyak yah Ricky…you’re the best man! 🙂

Ada yg tertarik buat memiliki piringan hitam C’Mon Lennnon? Cuma 300 keping doang loh diproduksinya! 🙂

#51 Ekspektasi #366Tulisan2012

Ekspektasi.

Semua orang punya ekspektasi akan sesuatu hal. Dan ada apa tiba2x saya ngomongin tentang ekspektasi?

Jadi begini, disaat proyek band mitos saya thedyingsirens hiatus (hingga waktu yang tak bisa ditentukan), datang lagi tawaran untuk membuat band baru. Tawaran datang dari teman yang sama menawari saya ngeband sekitar tahun 2002-2003 lalu.

Awalnya dulu itu bukan band, tapi lebih ke proyek “kasih sayang”. Teman saya yang bernama Harlan Boer atau yg dikenal dengan nama Bin (Manager band EfekRumahKaca),  ingin merekam lagu2x yang akan ia berikan kepada kekasihnya Hana (yang sekarang sudah menjadi istrinya).  Hana sendiri sempat saya tawarin untuk menjadi bass player di thedyingsirens, tapi sudah terlanjur sibuk untuk mengurusi suami dan anak jadi tak bisa.

Continue reading #51 Ekspektasi #366Tulisan2012

#185 Vampire Weekdays Beraksi! #365Tulisan2011

This slideshow requires JavaScript.

Hari Sabtu kemarin, 5 Nov 2011, my one time band “Vampire Weekdays” akhirnya bermain juga di kawinan…emmm..kawinan sapa yah…lupa namanya hihihi…

Nama Vampire Weekdays itu (tentunya) plesetan dari Vampire Weekend, soalnya kita latihan terus secara intens sebulan di malam hari sesudah bekerja di siang harinya sampai pagi hari…huaaaam….

Continue reading #185 Vampire Weekdays Beraksi! #365Tulisan2011

#171 Vampire Weekdays (New Project Part 2) #365Tulisan2011

Beberapa waktu lalu gue sempat mengisahkan tentang New Project di bidang Seni Suara kekeke…(baca di http://wp.me/p1gP56-xk). Nah, Setelah pertama kali latihan, akhirnya kita sudah berlatih 2 kali lagi sesudahnya. Jadi total sudah 3 kali latihan.

This slideshow requires JavaScript.

Jadi, proyek ini awalanya dari ajakan @rickyvirgana, bassist dari White Shoes & The Couples Company, untuk main bersama di proyek ini. Sebenarnya dari dulu dia udah minta gue buat ngisi sesuatu di album White Shoes, tapi pas album2x dah jadi baru deh inget… (ngiiik!). Mungkin juga karena permainan drums gue modern, gak kaya John, drummernya White Shoes hehehe. Selain ngajak gue, ngajak juga @Andi_Hans, posisi terakhir dia suka menjadi additional bassist untuk Efek Rumah Kaca. salah satu musisi multi talenta yang gue kenal. hampir bisa memainkan semua jenis alat musik..termasuk memainkan perasaannya….*gubrak!

Beberapa kali gue pernah bergabung bersama dengan @Andi_Hans, di C’mon Lennon, Sugarstar, Blossom Diary, apalagi yah…oh iya, @Andi_Hans jg pernah bantuin @thedyingsirens juga.

Nah, di bagian seksi vokal, ada @tentrabeck, terakhir dia itu adalah vokalis dari Bite, sebelumnya juga pernah di The Upstairs, Goodnight Electric, dan Rumah Sakit (kalo gak salah).

Nah terus buat apa sih bikin proyek ini? Tak lain ternyata untuk menjadi band kawinan! hehehe…band kawinan indies lebih tepatnya! ;P sekitar 20an lagu disiapkan untuk awal November. kawinan sapa? gue lupa sapa hehehe…dimana? lupa juga hehehe…

Yang pasti kita semua sekarang menjadi Vampire Weekdays, karena jadi sering pulang pagi karena harus latihan….

 

huaaaam…..

dah jam 12 nih…yuk kita ke mesjid…bobo…#eh

 

#167 New Project Part 1#365Tulisan2011

Sang drummer dan gitaris pernah beberapa kali bergabung dalam beberapa band. bassistnya punya band bergenre musik2x dengan nuansa jadul. karya mereka bertiga ada di kompilasi album JKT:SKRG keluaran ak’sa’ra records (RIP).

Dan semalam, untuk pertama kalinya mereka bertemu di studio-nya Kubil, gitarisnya The Upstairs (yg juga ada di album kompilasi JKT:SKRG).

Proyek musik baru apakah ini? 🙂

This slideshow requires JavaScript.