Terlebih2x di jalur cepetnya…
Ini kisah nyata yah…jadi jangan dianggap main2x…siapa tau bisa dijadikan pelajaran buat kita semua jika bersepeda. salah satu anggota dari milis sepeda ROSELA (Rombongan Selatan) mengalami musibah ketika bersepeda sendirian. apa yang terjadi?
Berikut penuturan dari om Willi tentang kronologisnya:

kenapa ya hari Jumat kemarin Oom Andri harus pulang malam?
kenapa ya setiap hari Jumat Tami harus latihan nyanyi?
Jumat kemarin, seharusnya menjadi awal yang baru dari pengalaman gowes saya, karena hari itu adalah hari pertama saya gowes menggunakan MTB…Namun, kenangan awal yang seharusnya indah tersebut berubah menjadi kenangan yang menyeramkan untuk saya…
Malam itu sekitar jam 630an, setelah beberapa kali saya berhenti untuk singgah di bengkel dan di jalan untuk setting sadel dan bracket lampu depan, dan kaki sempat digigit semut merah, akhirnya saya tiba di lampu merah PLN Bulungan. Saat itu lampu lalu lintas berwarna merah dan kondisi jalan cukup padat sehingga saya pun tidak bisa menerobos barisan mobil-mobil yang sedang menunggu lampu berubah menjadi hijau. Saya putuskan sudahlah ya, saya pikir sekalian beristirahat sebentar meregangkan otot paha, selagi saya baru menikmati peregangan tersebut, saya mendengar suara ‘cekikikan’ dan otomatis saya cari dari mana asal dan sumber dari suara tersebut….
Setelah saya temukan sumber suara tersebut, shock lah saya …. langsung mencoba liat depan belakang kiri kanan…
Oucchhhhh ga ada celah untuk nyelip sama sekali….saya pasrah…..
Akhirnya peristiwa Radio Dalam terulang kembali…even worst than before…kalau dulu saya hanya dicolek, kali ini saya hampir diperkosa hiks hiks hiks
Saat itu posisi saya terjepit, di sebelah kanan saya jalur busway, sebelah kiri, depan dan belakang mobil semua, dan banci itu berdiri lama sekali di samping saya, mulai dari minta gopek donk ko, dengan halus saya tolak, ngajak ngobrol koko kenapa naik sepeda, kenapa ga naik motor, trus dia ngoceh dengan bahasa mandarin ga jelas dengan mata yang jelalatan dari helm ampe hotpants, ingin hati menjawab semua ocehannya seperti membalas email, seperti lagi mencela wicak, tapi takutnya minta ampuuuunnnn, karena mereka berempat….
dalam hati terus berharap dan berdoa, cepetan hijau donk lampunya….singkat cerita sepertinya dia udah capek karena saya cuekkin atau kejar setoran, dia lanjutkan ngamen di mobil2 belakang saya, pastinya tetep tidak lupa dengan mencolek punggung saya dahulu, segera setelah itu saya berpikir keras bagaimana supaya saat mereka kembali ke depan saya ga akan diapa2kan lagi, saya paksakan sepeda saya selap selip untuk menuju barisan paling depan, tapi tetep saja saya hanya bisa menerobos 2-3 mobil terus kejepit lagi, sampai akhirnya berhenti di samping burung biru, saya lihat ke dalam burung biru itu, supirnya pun tampak tersenyum melihat saya yang panik ketakutan….untungnya saat mereka kembali ke depan (posisi saya sudah dikelilingi mobil di kiri kanan depan dan belakang) mereka sudah tidak menghampiri saya lagi, tapi tetap dengan tertawa cekikikannya, sepertinya mereka senang melihat paniknya saya, dan tak lama kemudian lampu hijau menyala, langsung saja saya gowes sekuat tenaga, dengan bisa dibilang tidak memperhatikan kiri kanan lagi dengan seksama, karena takut banget, dengan hanya berpikir saya selamat dari mereka…..
Rute yang lebih pendek sebenarnya dari sana saya ke barito kemudian lewat radio dalam, tapi daripada dalam sehari dua kali dicolek akhirnya saya muter d lewat arteri permata hijau….benar-benar suatu hari yang tidak dapat saya lupakan….
Sebenarnya ada apa ya dengan kisah gowes saya?
Kenapa saya harus selalu bertemu mereka?
hiks hiks hiks
Nah…gimana setelah membaca pengalaman om WIlli diatas? jadi parno gak gowes malem2x? terlebih lagi lewat jalur cepet pas lampu merah CSW? hiiii..sekali dikeroyok banyak….berarti ada berapa tenaga laki2x tuh yg ngeroyok..dengan wujud perempuan?…bisa2x besok pake celana yg ada resletingnya di belakang dan jalan pun terasa susah #eaaa
Untungnya, karena om WIlli curhits di milis, jadi dengan semangat kekeluargaan temen2x di milis mensupport om Willi (dengan caranya masing2x..ada yg ngetawain, ada yg godain, dll, hahaha). tapi, ternyata ada juga yang baik mau membantu om Willy. dia adalah om Jimmy Damanik.

Om Jimmy ngepost cara2x untuk menghindari kejadian seperti yg dialami oleh om Willi diatas, yang diambil dari sebuah artikel di kaskus. begini caranya:
Kalau Anda Bertemu dengan Banci, dan Ingin Menghindarinya, Inilah Tipsnya
Ada sebagian orang yang takut akan keganasan banci, entah banci original maupun banci yang imitasi, kesemua banci mempunyai naluri untuk menggaet pasangan tanpa rintangan. Bila kita salah memilih langkah dalam menghindari banci, niscaya anda akan menjadi korban finansial dan keperjakaan anda, banci juga manusia yang butuh hasrat manusiawi. Berikut tips apabila anda sedang berjalan dan tiba-tiba di depan anda ada banci:
1. Jangan putar arah
Mungkin anda akan kaget melihat banci di depan anda dan reflek untuk berputar balik demi menghindar, langkah ini salah. Banci akan tahu jika anda menghindar dan ia akan segera mengejar anda. Ingat, daya kecepatan lari banci adalah dua kali lipat dari manusia biasa, karena dia mempunyai dua perwujudan makhluk cewek dan cowok, maka wajar tenaganya dobel. Lebih baik anda terus melangkah dengan kecepatan rendah dan jangan menatap matanya.
2. Kesenggol banci
Bila anda tidak sengaja (mungkin juga sengaja) menyenggol banci, jangan pernah meminta maaf, buatlah dia kesal terhadap keangkuhan anda, pasang tampang cool dan berlalu dari hadapannya. Bila anda nekat meminta maaf kepadanya niscaya dia akan mencap anda sang pahlawan dan pahlawan butuh ciuman hangat dari sang pujaan. Apa anda mau dicium banci ? sampai anda bau tanah pun rasanya tidak akan hilang.
3. Banci rombongan
Ini adalah suatu kejadian paling menyulitkan dimana anda akan bertemu dengan gerombolan bencong. Rasa dag dig dug nya melebihi anda terkena razia gabungan polisi. Usahakan anda bersikap tenang, berjalan pelan, jangan pura-pura batuk atau ingusan, sebab itu justru malah membuat para banci tersebut memperhatikan anda. Jalan satu-satunya adalah lari ketika anda dua meter di hadapan mereka. Caranya adalah berpura-pura memanggil teman anda di sebrang jalan barulah anda berlari. Cara ini kurang efektif apabila yang anda panggil namanya sama dengan si banci atau memang anda ketahuan berpura-pura. Lebih baik anda berpura-pura angkat telepon dan bentak-bentak di telpon.
4. Diajak ngobrol sama banci
Sedang naik kereta atau angkutan umum lainnya tiba-tiba ada sekelebatan makhluk menghampiri anda, ternyata banci yang ingin berkenalan dengan anda. Usahakan anda tidak terlihat jijik dengannya, tetap tenang dan tersenyum namun jangan berlebihan. Anggaplah sang banci adalah teman sepermainan anda, jangan grogi berbicara, tetap fokus pada pembicaraan. Perlahan-lahan anda ajak ngobrol ke arah siksa kubur di alam baka, fakta menyimpulkan para banci paling takut dengan alam baka, ceritakan betapa perihnya di alam kubur sana. Niscaya. 10 menit anda membahas tema tersebut, sanga banci bakal lompat dari kereta.
5. Hindari daerah rawan
Mungkin taman lawang adalah tempat legendaris buat para bancikers, namun banyak taman-taman lainnya yang sekiranya adalah surga para banci. Hindari tempat-tempat dimana makhluk-mahluk tersebut berada, jangan sampai anda sering terlihat melewati daerah tersebut. Banci suka menandai mangsanya, setelah tahu mangsanya lengah, maka langsung saja dicengkram tanpa ampun.
Yak..semoga berguna yah teman2x…dan semoga kejadian yg dialami oleh om Willi tidak akan dialami oleh kita semua jikalau kita gowes B2H di malam yg sesunyi ini…#eh malah nyanyi… hehehehe

Leave a comment