Love Your Work and Work Your Love!

pugarrestujulian.com

#63 My First Review #366Tulisan2012

Pertama kali ngereview album band lokal, buat Hujan Radio. Dan CD pertama yg dikirim ke rumah adalah CD Payung Teduh – Dunia Batas.

Sengaja menulis pas mendengar pertama kali, ceritanya biar jujur reviewnya… 🙂

Hasilnya seperti ini:

Payung Teduh – Dunia Batas

Payung  Teduh, begitu mendengar nama band itu yang pertama kali terlintas di pikiran saya adalah, band ini pasti musiknya syahdu dan bisa membuat kita terbuai. Ternyata perkiraan saya tak meleset. Ketika track 1 “Berdua Saja” mulai berputar, intro gitarnya  terasa teduh sekali. Pun ketika vokalisnya mulai melantunkan nada, suasana semakin damai. Ada nuansa ‘SORE’ di lagu-lagu mereka. Mungkin lebih tepatnya nuansa seorang Ramondo Gascaro. Apakah karena album ini juga diproduseri olehnya? Memasuki track ke-2 “Menuju Senja” pendapat saya belum berubah. Kadang kalau didengarkan satu album ‘tarikan’ vocal Is pun mirip dengan Ade Paloh. Saya suka track 3 “Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan”, suara gitar, drums, dan harmoni vocal somehow membuat lagu ini menjadi semakin hidup.

Pada Track 4 “Rahasia” pun mereka menyebutkan kata ‘SORE’. Sejauh ini sudah 2 kali mereka menyebutkan kata ‘SORE’. Pertama tadi di track 2. Entah disengaja atau tidak. Mendengarkan Payung Teduh membawa saya ke dunia lain, seperti terlontar ke sebuah dimensi dimana ketika saya lihat sekeliling, semua orang berwarna sephia. Saya tak pandai memilih kata-kata, tapi ‘jadul” mungkin pas utk mendeskripsikan musik Payung Teduh (in a good waytentunya), dan 8 track dari album Dunia Batas ini saya rasa patut dimasukkan ke dalam koleksi musik kamu. Kalau kamu suka juga dengan Float dan Cozy Street Corner, kemungkinan besar kamu juga akan suka dengan Payung Teduh.

Selamat mendengarkan!

any comments? 🙂

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.