Bab 1: Temuan di Bawah Tanah
Alya Rizqi
Matahari terbenam memancarkan cahaya keemasan yang menyinari reruntuhan kuno di situs arkeologi Pinggiran Jakarta. Alya Rizqi, dengan rambutnya yang dikuncir tinggi dan debu menempel di pipinya, berdiri di depan pintu gerbang yang tertutup rapat. Ia baru saja menyelesaikan ekskavasi hari itu, tetapi sesuatu di balik gerbang itu menarik perhatiannya.
“Sudah waktunya pulang, Alya!” teriak Nadia dari kejauhan.
Alya mengedipkan mata, mengusir keinginan untuk tetap dan melanjutkan pekerjaannya. Ia berjalan kembali ke tenda utama, namun pikirannya masih tertinggal di gerbang misterius itu.

Leave a comment