Baru kepikiran, gue ternyata pernah bikin dua lagu dengan judul yang lumayan berat: Selamat Tinggal* dan Cry for Help.

Kalau dipikir-pikir, agak dark & gloomy juga ya. 😅
Cry for Help sendiri gue tulis tentang keadaan seorang teman gue waktu itu. Bukan cerita gue, tapi melihat seseorang yang sedang nggak baik-baik saja dan mungkin nggak tahu bagaimana cara meminta pertolongan.
Catatan buat gue: Orang yang sedang struggling nggak selalu kelihatan sedang struggling.
Kadang kita juga bingung harus ngomong apa. Takut salah. Takut malah bikin keadaan lebih buruk. Akhirnya nggak jadi nanya.
Padahal mungkin bisa kayak sesederhana,
“Lo baik-baik aja?”
September ini, bertepatan dengan Suicide Prevention Month dan World Suicide Prevention Day, gue cuma mau mengingatkan diri sendiri juga: coba lebih sering check on your people.
Nggak perlu merasa harus punya jawaban untuk semuanya. Dengerin aja dulu. Temenin (kalau bisa). Kalau memang sudah terasa berat, bantu dia untuk ngobrol dengan orang yang tepat.
Kalau ternyata lo sendiri yang lagi ada di posisi itu, please jangan dipendem sendirian. Cari orang yang lo percaya dan, kalau memungkinkan, ngobrol dengan psikolog, psikiater, konselor, atau profesional kesehatan mental. Minta bantuan itu bukan tanda lo lemah.

Karena kadang “cry for help” nggak terdengar seperti teriakan. Bisa jadi cuma seseorang yang mendadak lebih banyak diam.
So yeah… check on your people.
Start the conversation.
• Selamat Tinggal ada di split single Selamat Tinggal… Waluku bareng Mz @unggulkardjono.
#SuicidePreventionMonth #WorldSuicidePreventionDay #CryForHelp #SelamatTinggalWaluku #StartTheConversation

Leave a comment